Selasa, 31 Desember 2013

Dipenghujung Tahun

Ku hela nafasku panjang, berharap esok kan datang untukku membawa sejuta harapan yang bisa aku raih. Dengan banyaknya harapan, tak terkecuali esok kan jadi hari yang lebih baik, dan kedepannya akan jadi yang lebih baik lagi. Berharap ditahun yang baru esok, Tuhan kan hapuskan segala lara yang selama ini menjadi bebanku. Berharap esok dihari yang baru akan ada lembaran baru yang berwujud kertas putih kosong untuk aku catatkan kembali menjadi kenangan dikemudian hari. Ku harap Tuhan akan berikan hal indah ditahun yang baru esok.
Tahun ini, mungkin adalah tahun yang penuh akan kenangan. Mulai dari berhasil move on dari orang yang lama, cari-cari pengalaman dibidang seni teater, masuk dalam organisasi pramuka, punya kakak kelas yang bisa dijadiin sosok kakak, ngerasain yang namanya hubungan tanpa status, ngerasain pahit manisnya hidup jadi orang yang sedang berproses menjadi dewasa, dan punya keluarga baru yang seruuu abis di sanggar pramuka. Namun biarlah semua itu menjadi sebuah cerita yang hanya patut dikenang, bukan untuk disesali ataupun diulangi. Yaaaa mungkin cuman buat catatan akhir tahun aja sih yaaa kalo aku pernah punya beeeeerrriibuuu pengalaman ditahun ini. Mudah-mudahan tahun depan makin banyak pengalaman yang aku dapet. Beribu harapan baik akan selalu terucap. Semoga Tuhan mampu dengarkan dan berkenan mengabulkan semua harapan terbaikku. Aamiin :)

Senin, 30 Desember 2013

Aku, benci diriku sendiri

Aku benci dengan diriku sendiri.
Benci ketika aku mudah menyerah dengan apa yang terjadi padaku.
Aku benci ketika aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri untuk tetap kuat dan maju.
Aku benci ketika aku mudah berputus asa atas apa yang telah aku lakukan.
Aku benci ketika aku dengan mudah berkata 'aku menyerah'.
Aku benci ketika aku dengan mudah berkata 'aku pasrah'.
Aku benci ketika aku tidak dapat memotivasi dan mensugestikan diriku sendiri atas usaha yang seharusnya aku lakukan.
Aku benci ketika aku membiarkan orang lain mengatakan bahwa aku ini lemah.
Aku benci ketika aku membiarkan orang lain mengatakan aku ini manja dan cengeng.
Aku benci ketika aku tidak pernah mau untuk mencoba kuat.
Aku benci atas apa yang aku lakukan pada diriku sendiri.
Aku benci atas kebodohan yang aku perbuat sendiri.
Aku benci dengan segalanya yang ada pada diriku, dan aku benci dengan diriku sendiri.

Jumat, 20 Desember 2013

Rasa Itu?

Waktu aku lihat kamu, lihat matamu, aku ngerasa kehilangan rasa itu.
Rasa yang dulu sempet bikin aku nyaman ada di deket kamu.
Gak tahu kenapa aku ngerasain hal itu sekarang.
Aku udah gak ngelihat bayangan rasa itu lagi di matamu.
Aku ngerasa kosong aja, yaa walaupun belum sepenuhnya kosong sih.
Aku masih punya sisa rasa itu, walaupun cuman sedikit.
Gak tahu kenapa rasa itu berangsur-angsur hilang.
Apa karena aku udah terlalu bosan menyimpan rasa itu?
Atau bahkan aku terlalu lelah menyimpan rasa itu untukmu?
Aku sendiri aja gak tahu sama apa yang aku rasain.

Sementara kamu?
Kamu aja gak pernah mencoba untuk menyapa, bahkan mengambil rasa itu untuk kamu sematkan di dalam hatimu.
Pernah gak sih kamu mikir, betapa capeknya aku nunggu kamu?
Bahkan kamu aja gak pernah menggubris aku yang jelas-jelas ada di hadapanmu.
Mungkin bagimu aku ini bukan apa-apa.
Mungkin bagimu aku hanya hembusan angin yang melewatimu tanpa bisa kamu lihat.
Mungkin bagimu aku hanya angin yang melewatimu dengan waktu sepersekian detik sehingga kamupun tak bisa merasakan akan hadirnya aku~

Jumat, 13 Desember 2013

Benci Kamu!

Aku benci kamu!
Benci waktu kamu gak pernah bisa jaga perasaanku sedikitpun!
Kamu bodoh, bodoh karena kamu gak pernah nyoba buat ngeliat aku disini, di hadapanmu.
Sekuat tenaga aku nyoba buat bersikap biasa aja di depan kamu, tapi aku tetep gak bisa.
Aku bodoh! Bener-bener bodoh!
Bodoh karena aku gak pernah bisa buat ngelupain kamu walaupun kamu udah nyakitin aku beberapa kali.
Kalo kayak gini jadinya, aku mending gak usah kenal kamu daripada akhirnya cuman kayak gini lagi.
Aku udah terlalu sering ngerasain kayak gini.
Berjuang sendirian karena emang kenyataannya cintaku itu bertepuk sebelah tangan.
Tau gak sih, aku itu udah terlalu capek ngerasain semua itu.
Cinta yang tiba-tiba datang, tapi berlalu tanpa pamit dan hilang begitu saja.
Kamu itu manusia terjahat yang pernah aku kenal.
Jahat karena kamu udah bikin aku sesakit ini.
Kamu selalu aja bikin aku benci sama dirimu sendiri.
Mending aku gak pernah ketemu kamu lagi, komunikasi sama kamu lagi kalo itu emang bisa bikin aku lupa sama perasaanku ini.
Perlu kamu tahu, lihat mukamu di foto aja bikin aku sakit hati. Apalagi aku ketemu kamu, yang jelas-jelas gak bisa aku milikin.
Haaaahhh... Walaupun aku benci sama kamu, tapi sejujurnya aku gak bisa buat bener-bener benci sama kamu.