"Ajari aku tuk bisa..Menjadi yang engkau pinta.."
Alunan lagu dari Adrian Maradinata yang ku dengar,membawaku ke dalam lamunanku.Tiba-tiba dari bawah,ku dengar teriakan seseorang memanggilku.
"Milkaa...Di cariin si Rangga ituh..!!" teriak Rafael dari bawah.
"Iyaa kak.Suruh tungguin bentar.!"
Sebelumnya kenalkan aku Milka Tanubrata.Aku anak ke tiga dari tiga bersaudara.Kakak pertamaku bernama Rafael Tanubrata,kakak ke dua ku bernama Bisma Karisma,dan yang mencariku tadi adalah kekasihku,namanya Rangga Moela.Menurutku Rangga itu seorang lelaki yang sempurna.Tapi ada sedikit sikap yang tak aku suka darinya,yaitu menyuruhku untuk selalu berubah demi dia.Aku memang rada tomboy,gak suka sama dandanan yang aneh-aneh,dan mungkin hal itulah yang membuat Rangga selalu protes padaku.
Mungkin dia risih dengan dandananku yang bisa di bilang agak amburadul.Aku juga tak tahu pasti,kenapa dia bisa cinta padaku.Cinta? Atau pura-pura cinta? Entahlah,aku tak mengerti. Aku sesegera mungkin turun kebawah dan menemui Rangga.
"Haii Rangga.." sapaku.
"Eh haii sayang.."
"Udah lama yah nunggu? Maaf yah.."
"Enggak papa kok sayang." Rangga menatapku heran.Dilihatnya penampilanku dari atas sampai bawah.
"Sayang,gak salah yah kamu make baju kayak begini? Masa mau jalan sama cowok seganteng aku makenya beginian." kata Rangga sambil menarik-narik kaosku.
Aku memang hanya memakai kaos oblong,celana jeans,dan sepatu kets.Ini sudah kebiasaanku sehari-hari dan tak bisa semudah itu merubahnya.Ini juga sudah kesekian kalinya Rangga mengkritik penampilanku.Memang tak hanya sekali dua kali,bahkan ratusan kali dia mengkritikku.
"Terus aku musti make baju apa? Baju yang bahannya kurang itu? Udah berapa kali aku bilang,aku gak nyaman Ranggaaa..." keluhku.
"Yaaa se enggaknya kamu pake yang rada cewek dikit kek.!"
Tiba-tiba kak Bisma datang menghampiriku dan Rangga yang sedang bertengkar.Akupun menghela nafas lega,karena aku sudah bosan dengan ocehan Rangga itu.
"Eh ada elo bro! Udah lama?" sapa dan tanya Bisma.
"Lumayan lah." jawab Rangga.
"Mau jalan sama Milka yah?"
"Iyalah,masa mau jalan sama lo.Aneh-aneh aja lo Bis." kata Rangga sambil tersenyum.
"Ahahahahahh...Kali ajah lo mau neraktir gue bro!" kata Bisma cengengesan.
"Dihh males gileee.." Kami semua tertawa.
"Oh iyah,tapi kok kalian gak cabut-cabut sih dari tadi.?" tanya Bisma.Kami berdua hanya bisa diam.
"Kok diem? Buruaaann berangkat! Keburu jalanan Bandung macet tau!" saran Bisma.
"Iyaa..Ini mau berangkat.Ayo Ga kita berangkat." kataku sambil menarik lembut tangan Rangga.
"Yaudah bro..Gue pergi dulu yah.Assalamu'alaikum" pamit Rangga.
"Wa'alaikumssalam.Hati-hati yah bro! Jagain adek gue." kata Bisma.
"So pasti bro."
Kami berdua segera pergi.Entah Rangga membawaku kemana.Aku ikut saja dengannya.Di sepanjang jalanpun Rangga mulai ngoceh lagi soal penampilanku.
"Sayang aku mau kamu berubah yah demi aku." kata Rangga.
"Berubah gimana Ga? Aku gak ngerti deh." tanyaku bingung.
"Yah berubah.Ngerubah penampilan kamu layaknya cewek biasa.Gak kayak gini."
"Aku emang dari sana udah kayak gini Ga.Mau di apain lagi? Susah buat ngerubahnya.Kalo kamu gak suka yaudah,mending kita udahan ajah deh.Aku capek kamu tuntut-tuntut terus!" kataku terbawa emosi.
Deg...Jantungku serasa berhenti ketika aku bilang 'kita udahan ajah deh'.Sorry Rangga,bukan maksud aku.Aku bener-bener keceplosan.Semoga Rangga gak bener-bener nanggepin omonganku tadi.Sesaat mobilpun berhenti.Rangga menatapku dalam.
"Milkaaa..Ya jangan gitu juga kali.Yaudah,mulai sekarang aku gak akan bahas lagi deh soal ini.Maafin aku yah sayang." katanya mencium keningku.
Sudah berulang kali Rangga melakukan hal ini dan sudah berulang kali pula Rangga meminta maaf padaku.Tapi syukurlah,Rangga tak menanggapi omonganku tadi.Akupun menganggukan kepala tanda bahwa aku sudah memaafkannya.Mobilpun kembali berjalan.
"Arrrgghh...Aku sebel kalo dia gini terus sama aku.Tapi gimana lagi? Aku udah terlanjur sayang sama dia." batinku.
Kami berdua akhirnya sampai di suatu tempat.Tempat yang sangat bersejarah bagi kami.Karena di tempat ini kami di pertemukan hingga kami bisa bersama seperti ini.Sudah 1 tahun hubungan kami,tapi akhir-akhir ini Rangga berubah.Kenapa? Entahlah,aku tak mengerti.Kami berduapun segera turun dari mobil.
"Ngapain kita kesini?" tanyaku pada Rangga.
"Gak papa.Aku lagi pengen ajah ajak kamu ke sini." kata Rangga tersenyum.
Kami berdua duduk di sebuah kursi panjang di tepi danau.Danau yang tenang,airnya sangat jernih.Danau ini kami beri nama Danau Cinta.Karena berkat danau ini kami bisa saling jatuh cinta.Hatiku menjadi tenang seketika setelah aku melihat danau ini.Kami menikmati hembusan angin yang menerpa tepi danau.Betapa sejuk dan tenangnya berada di sini.Seketika ku lihat Rangga yang sedang menikmati semilirnya angin sore.Ku tarik nafasku dalam,dan ku beranikan diri untuk bertanya pada Rangga.
"Rangga.."
"Iyaa.."
"Aku pengen ngomong sesuatu sama kamu"
"Apa?"
"Aku mau kamu jujur sama aku.! Sebenernya kamu itu cinta gak sih sama aku?" tanyaku serius pada Rangga.
Ranggapun menatapku dalam.Aku tak sanggup melihat kesayupan matanya.Betapa teduh tatapan matanya itu.Tiba-tiba Rangga merangkulku.
"Milka,kamu meragukan cintaku? Jelas-jelas aku itu cinta sama kamu.Kalo aku gak cinta ngapain aku pertahanin hubungan kita satu tahun ini setelah kamu bilang 'udahan ajah'.Percayalah,bahwa cintaku untukmu tak akan pernah lekang oleh waktu."
Aku hanya bisa tersenyum mendengar jawabannya itu.Ada sedikit perasaan lega,tapi aku masih bingung,kalo dia cinta sama aku kenapa dia selalu menuntutku untuk berubah? Bukankah cinta itu menerima apa adanya,bukan ada apanya.? Entahlah,aku tak mengerti.Karena waktu makin sore,dan mataharipun akan bersiap menyembunyikan sinarnya,kamipun beranjak untuk pulang.Rangga mengantarku sampai depan rumah.
"Makasih yah Ga udah anterin aku pulang." kataku.
"Iyah sayang,sama-sama.Buruan masuk gih,udah malem.Maaf yah gak bisa anterin kamu sampe dalem.I love you sayang." kata Rangga seraya mencium keningku.
"Iya,gak papa kok.Mee too sayang.Hati-hati yah!"
Setelah berpamitan,Ranggapun berlalu.Aku segera masuk ke rumah.Di ruang keluarga,aku bertemu dengan ke dua kakakku yang sedang akur.Wow jarang loh kedua kakakku itu bisa akur.Akupun menghampiri mereka dan duduk di tengah-tengah mereka.
"Eh Milka udah pulang.Gimana jalannya sama Rangga? Seruu??" tanya Bisma
"Biasa ajah sih." kataku dengan muka yang super duper BeTee.
"Loh kok biasa sih?" tanya Rafael bingung.
Aku terdiam.Jantungku serasa sesak,hatiku kembali sakit mengingat semua kejadian yang aku alami hampir setiap aku dan Rangga bertemu.Seketika air mataku menetes karena aku tak dapat membendungnya lagi.Ke dua kakakku heran melihatku tiba-tiba menangis.
"Loh,loh kok nangis sih dek?" tanya Rafael bingung.
"Iya,kok nangis sih? Ada masalah apa adek? Cerita dong sama kita?" desak Bisma.
Aku tak bisa berkata apa-apa.Aku terus menangis.Dan ketika kurasa cukup puas aku menangis,aku mulai menarik nafas dan segera bercerita dengan kedua kakakku itu.
“Kak,aku bingung sama perasaan aku.Di sisi lain aku bahagia bisa memiliki Rangga,tapi di sisi lain juga aku sakit karena memiliki Rangga..” kata-kataku terhenti sejenak.Aku mulai menghela nafas kembali.
“Sakit karena setiap hari Rangga selalu menuntutku untuk berubah.Padahal aku emang gini adanya.Aku ya aku,bukan dia dan gak akan pernah bisa jadi dia.” Kataku lagi.Aku melanjutkan tangisku.
"Milka,cinta itu kadang emang egois.Tapi hal itulah yang membuat suatu hubungan bisa menjadi lebih kuat dan mengerti satu sama lain.Kadang cinta itu juga bisa jadi kekuatan untuk kita,tapi kadang bisa juga cinta itu jadi kelemahan buat kita." nasihat Bisma.
"Intinya kamu itu harus bisa bersikap dewasa.Jangan pernah kamu bawa emosi kamu buat nyelesein masalah,karena emosi gak akan pernah bisa nyelesein masalah.Pesen kakak juga,kamu harus bisa pertahanin hubungan kamu.Yakinlah ini semua hanya ujian dari Tuhan.Tuhan gak akan pernah ngasih cobaan pada hambanya melebihi batas kemampuan hambanya.Kamu harus optimis,suatu saat Rangga pasti bisa sadar!" kata Rafael panjang lebar.
Akhirnya kedua kakakku itu memelukku.Mereka berdua memang benar-benar kakak yang baik.Ini yang aku suka dari mereka.Walaupun mereka seperti anak kecil,sering berantem,tapi mereka selalu bisa membuat hatiku merasa tenang.
"Kakak makasih yah kalian udah bisa nenangin aku.Aku sayang kalian" kataku sambil memeluk mereka.
"Iya sama-sama sayang,ini kan udah tugas kita sebagai kakak kamu.Nah karena udah malem,sekarang kamu masuk kamar istirahat yah!" perintah Rafael.
"Iya kak,aku ke kamar dulu yah!"
Dengan berat,aku melangkahkan kakiku menuju ke kamar dan akhirnya aku sampai di kamar.Ku rebahkan tubuhku di atas kasurku yang empuk.Ku pejamkan sejenak mataku.Ku rasakan air mataku mengalir kembali di pipiku.Ku ambil fotoku bersama Rangga yang ada di meja samping tempat tidur.
"Rangga.Kenapa kamu berubah? Kamu udah gak sayang lagi yah sama aku? Apa kamu udah capek sama aku?" kataku lirih sambil membelai fotoku bersama Rangga yang ku pegang itu.Aku menangis sembari memeluk fotoku bersama Rangga.Tanpa sadar aku sudah berada di dalam alam bawah sadarku.
***
09.45 a.m
"Milkaa..Kamu gak kuliah apa? Ini udah jam berapa coba?" teriak Bisma dari luar kamar sambil gedor-gedor pintu.Aku segera bangun dan melihat jam bekerku yang ada di meja samping tempat tidur.
"Haahh? Jam 09.45? Aku telaaatt kakaaakkk...Kenapa gak di bangunin dari tadi sih?" teriakku dari dalam kamar sambil membereskan tempat tidur terburu-buru.
"Laahh biasanya kamu juga bangun paling awal adek.Jadi mana kakak tau kalo kamu belom bangun."
"Iyaa..iyaa..Ini bangun." teriakku.
Aku segera masuk kamar mandi dan cepat-cepat mandi.Setelah mandi aku langsung turun menyaut kunci mobil kakakku yang ada di meja makan.
"Kak pinjem mobil,aku gak di jemput sama Rangga." kataku.
"Gak sarapan dulu dek?" tawar Rafael.
"Gak usah kak.Ntar aku sarapan di kantin ajah! Aku udah telat kak.Bye kakak.." kataku lagi sambil mencium pipi kakakku.
Aku segera tancap gas menuju kampus.Aku heran,tumben Rangga kayak gini.Biasanya kan dia yang paling rutin bangunin dan antar jemput aku setiap hari.Tapi kenapa sekarang Rangga kayak gini? Entahlah! Rangga emang bener-bener udah berubah.
Sesampainya aku di kampus,ku parkirkan mobilku dan segera berlari menuju kelasku.Namun ketika aku melewati koridor kampus,aku berpapasan dengan Rangga.Rangga tampak cuek padaku.Aku tak mengerti apa yang terjadi dengan Rangga.Akupun tak terlalu memperduliknnya.Ku lanjutkan lariku menuju ke kelas dan sampailah aku di kelas musik.Untung saja dosen belum datang.Syukurlah,aku bisa berlega hati.Aku segera melangkahkan kakiku menuju meja yang biasa ku tempati.Keadaan kelas tak seperti biasanya yang ramai dan padat.Ini malah sebaliknya,keadaan kelas sepi,ya ada sih satu ataupun dua orang di kelas.Aku bingung,sungguh bingung.Nafasku masih terengah-engah.Tiba-tiba ketiga sahabatku datang dan mengagetkanku.
"Woey neng,bengong ajah lo!" teriak Dicky.
"Masya allah Dicky..Elo bikin gue kaget deh." kataku manyun.
"Lagian pagi-pagi udah ngelamun.Kesambet tau rasa lo!" kata Dicky lagi.
"Gue capek lagi Dick lari-lari dari parkiran ampe sini.Gue kira kelas udah masuk,gak taunya kelas malah sepi." keluhku.
"Yaiyalah sepi orang anak-anak pada keliaran di luar.Kan dosennya gak berangkat." kata Reza.
"Hah? Sumpeh lo dosen gak berangkat?" tanyaku tak yakin.
"Iyalah,katanya sih dosen lagi ada ujian masuk PNS trus dia ambil cuti jadi kelas di biarin kosong deh." jelas Reza.
"Yaudah dari pada kita bengong,mending kita ke kantin ajah yuk.Laper gue." ajak Ilham.
"Yuk dah,gue juga laper.Gara-gara gue buru-buru gue jadi belom sempet sarapan." kataku.
Akhirnya kami ber empat pun menuju ke kantin.Sampai kantin kami memesan makanan dan minuman,lalu duduk di meja paling pojok dekat fakultas hukum,alias fakultasnya Rangga.Ketika aku sedang asyik-asyiknya minum,tiba-tiba Reza mengagetkanku.
"Milkaa..Milkaa...Coba liat deh,itukan......." ucapan Reza terputus.
Aku segera menoleh ke arah yang di tunjuk Reza.Rangga? Benarkah Rangga? Aku melihat Rangga! Tapi sama siapa dia? Kok sama cewek? Apa Rangga selingkuh di belakangku? Ah tapi gak mungkin dia kan sayang banget sama aku.Tapi kok mereka mesra banget yah? Ya Tuhan.......Beribu pertanyaan muncul di benakku.Hatiku serasa sesak dan perih,Ketiga sahabatku memandangku sayu.
"Milkaa yang sabar yah!" kata Dicky merangkul dan mengelus pundakku.
"Ih elo kenapa deh?Biasa ajah lagi.Dia kan cuma partnernya Rangga doang.Gak usah lebay deh." kataku seraya melepaskan rangkulan Dicky.
"Milkaaa..." seru mereka bertiga sambil memelukku.
Entah mengapa rasanya aku ingin menangis,tapi aku harus bisa kuat di hadapan mereka.Aku gak boleh nangis di depan mereka.Aku juga gak mau mereka tahu apa yang terjadi antara aku dan Rangga.Betapa berat rasanya ketika aku harus menyeka air mataku.
"Ih apadeh,kenapa sih pada peluk-peluk gue? Gue gak papa lagi,liat deh gue gak papa kan?" kataku sambil menunjukkan keadaanku.
"Tapi kenapa lo nangis?" tanya Ilham.
"Hah? Gue nangis? Enggak lagi.Gue cuman kelilipan tau,makanya jadi nangis.Perih nih." kataku masih sambil menyeka air mata.Reza menarikku dan menatapku dalam.
"Milka udah deh,lo gak usah pura-pura kuat gitu.Kita tau sekarang sama perasaan lo.Gue yakin lo pasti sakit kan liat Rangga berduaan sama cewek itu." bentak Reza.
"Reza apaan sih,gue gak papa lagi Za.Lagian tuh cewek juga belom tentu selingkuhan Rangga kan.Udah deh yah,gak usah di bahas lagi.Mending sekarang kita pergi aja deh.Gue udah gak mood makan nih." ajakku.
Kamipun pergi meninggalkan kantin.Di depan kantin,kami melewati Rangga.Rangga hanya terdiam terpaku melihatku lewat di hadapannya.
***
Sudah dua bulan Rangga tak menyapa ataupun menghubungiku.Jika bertemu tersenyum saja tidak.Aku tak tahu,mengapa sampai saat ini aku masih bisa bertahan dengan Rangga.Padahal akhir-akhir ini hubungan kami gak jelas.Ya mungkin karena kekuatan cinta aku bisa bertahan untuknya walau sakit.
Ketika aku merasa jenuh di dalam rumah,akupun keluar rumah untuk menghirup udara segar.Tapi tiba-tiba ketika pintu rumah ku buka,aku melihat ada sebucket bunga di depan pintu.Ku lihat ada seselip kertas di sela-sela bunga.Di kertas itu tertulis 'Temui aku di danau cinta jam empat sore nanti.' Aku langsung tahu siapa yang mengirimiku sebucket bunga dan secarik kertas itu.
***
Aku sudah berada di danau cinta.Ku lihat sebuah mobil Honda Jazz berwarna hitam datang.Ya itu Rangga.Kekasihku yang lama tak ku jumpai.Ranggapun segera turun dari mobil dan segera menghampiriku.
"Haaii sayang.Apa kabarmu? Maafkan aku yang lama tak pernah menghubungi dan menyapamu akhir-akhir ini." katanya seraya memelukku melepas rindu.
"Haii juga sayang.Kabarku baik-baik saja.Gak papa kok,aku bisa ngertiin kamu.Pasti akhir-akhir ini kamu sibuk ngurusin skripsi." kataku tersenyum.Rangga menatapku tersenyum seraya mengacak lembut rambutku.Diapun segera duduk di sampingku.
Duapuluh menit telah berlalu.Tapi tak ada satu patah katapun terucap dariku atau Rangga.Sampai akhirnya kuberanikan diri menanyakan sesuatu hal yang mengganjal di hatiku pada Rangga.
"Rangga,cewek yang sama kamu dua bulan yang lalu itu siapa?" tanyaku
"Yang mana sayang?" kata Rangga balik bertanya.
"Yang waktu itu kita ketemu di kantin" kataku mengingatkan.
"Oh itu sepupu aku sayang.Dia baru pindah dari Belanda,dan kebetulan satu fakultas juga sama aku.Kenapa kamu cemburu yah?" goda Rangga.
"Ihh apaan sih Rangga."
"tapi iyakan?" goda Rangga lagi.
"Iya deh aku ngaku.." kataku menyerah.Rangga tertawa puas.Sudah lama kami tak bercanda seperti ini.Tiba-tiba Rangga menggenggam tanganku.
"Oh iyah Milka,aku mau minta maaf sama kamu."
"Minta maaf kenapa? Kamu itu gak ada salah sama aku tau!" kataku memegang pipi Rangga.
"Maafkan aku yang sudah terlalu memaksamu untuk berubah selama ini.Aku sadar,kamu adalah kamu dan gak akan pernah bisa jadi orang lain." katanya memegang tanganku yang ada di pipinya.
"Aku benar-benar minta maaf Milkaa.Aku bersalah padamu." lanjutnya.
"Rangga,sejahat apapun kamu padaku aku gak akan pernah benci ataupun marah sama kamu.Pintu maafku selalu terbuka untukmu.Tanpa kamu minta maaf,aku udah maafin kamu duluan." kataku menatapnya dalam.
"Karena cintaku hanya untukmu,karena cintaku untukmu aku bisa memaafkanmu,dan karena cintaku untukmu juga aku bisa bertahan untukmu walaupun kamu udah nyakitin aku beribu kali." lanjutku sambil membelai lembut pipinya.
"Milkaaa..Aku sayang kamu.." katanya sambil memelukku.
"Aku jugaa Rangga.."
"Milka,aku mohon,ajari aku untuk bisa menjadi yang selalu kau cinta..Aku rela melakukan apapun demi kamu sayang.I heart you.." katanya mencium keningku.
Aku tersenyum bahagia.Akhirnya kekasih yang ku sayangi bisa menyadari semuanya.Rangga memelukku erat dan hangat.Akupun menangis bahagia di pelukannya.
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar