Kesepian hati ini..
Bersamaku, membunuh jiwaku..
Hatiku terasa sepi. Jiwaku serasa kosong. Kehampaan yang ku rasakan kini, telah menyiksa batinku. Beribu benda tajam serasa menancap ke dalam ulu hatiku. Air mataku serasa telah mengering. Tubuhku lemah dan tak berdaya lagi. Mengingat kini hidupku tanpa dirinya lagi. Tangisan demi tangisanpun terus bersahutan.
Dinginnya udara pagi ini serasa merasuk ke dalam tulangku. Tak akan ada kehangatan lagi yang dulu pernah kurasakan bersamanya. Mata ini, terus memandang pada seseorang yang terbaring lemah di atas tempat tidur itu. Tubuhnya dingin, kaku seperti tak bernyawa lagi. Senyumnya mengembang bagaikan seorang yang sedang dilanda bahagia.
Tatapan matanya yang sayu dan hangat, tak akan pernah kurasakan lagi. Mata itu, mata yang biasanya memancarkan seberkas kedamaian di dalam hatiku, kini telah tertutup pergi untuk selamanya. Tak ada kata-kata terakhirnya untukku. Tak ada pesan sedikitpun untukku supaya bangkit dari keterpurukan. Jiwa ini, serasa ikut pergi bersamanya.
"Tuhaann.. Ijinkan ia terbangun sebentar dari tidurnya. Ijinkan nyawanya kembali walau hanya sepersekian detik. Ijinkan ia terbangun dan memelukku dengan penuh kehangatan untuk terakhir kalinya," ucapku lirih, bahkan hampir tak terdengar.
Aku berharap, Tuhan mendengarkan bibir mungil ini memohon pada-Nya. Aku berharap, Tuhan akan segera mengabulkan do'aku dan segera mengembalikan nyawanya lagi. Namun nyatanya, ku rasa Tuhan memang terlalu sayang padanya hingga Ia tak mengijinkan nyawanya kembali pada raga di depanku ini. Tuhaaannn... Kuatkanlah aku. Dewasakan aku setelah kepergiannya. Aku percaya takdirmu untukku akan indah pada waktunya kelak. Aku percaya Kau telah mempersiapkan segudang kebahagiaan yang akan aku rasakan juga kelak.
***
Seseorang yang selama ini menjadi penopang dalam hidupku, seseorang yang selama ini telah mengajarkan aku tentang kebaikan, kini telah pergi dengan damainya. Tak pernah sedikitpun aku melihatnya lelah menuntunku menuju ke jalan yang benar. Takdir itu, telah merenggut separuh dari kebahagiaan hidupku yang ku punya selama ini. Semangatku, serasa telah pergi bersamanya. Pergi dengan meninggalkan sebercak luka yang menggores hatiku hingga luka ini menganga terlalu lebar. Tak ada yang bisa mengobati luka ini, kecuali jika nyawanya kembali pada raga yang kini telah menjadi tanah.
Sedikit demi sedikit aku memulai kehidupanku yang baru untuk membangun semangat yang baru. Tersadar dan mulai terbangun dari mimpi buruk yang selama ini menyelimutiku. Aku kembali berfikir. Semua yang telah pergi ketempat-Nya tak akan pernah bisa kembali lagi. Terlebih lagi raganya kini telah kembali menjadi tanah. Hey, aku hidup untuk masa depan! Masa lalu adalah bahan pembelajaran untuk masa depan.
Yang harus aku lakukan saat ini adalah berdo'a. Berdo'a untuk ketenangannya di alam sana. Aku yakin dia selalu memantauku walau wujudnya tak dapat aku lihat. Aku yakin dia selalu melindungiku walau raganya tak dapat menyentuhku. Aku yakin Tuhan punya rencana indah untuk hidupku kelak. Kini namanya akan selalu menemani kerinduanku.
Engkaulah nafasku,
yang menjaga di dalam hidupku,
kau ajarkan aku menjadi yang terbaik..
Kau tak pernah lelah,
sebagai penopang dalam hidupku,
kau berikan aku semua yang terindah..
Aku hanya memanggilmu, Ayah
di saatku kehilangan arah,
aku hanya mengingatmu, Ayah
jika aku telah jauh darimu..
Jum'at, 2 September 2005.
JOIN NOW !!!
BalasHapusDan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.name
dewa-lotto.cc
dewa-lotto.vip