Senin, 08 Juli 2013

BEDA?

AKU dan KAMU
Mengapa harus ada perbedaan disaat cinta ini mulai tumbuh? Mengapa harus ada penghalang antara AKU dan KAMU sehingga kita tak dapat dipersatukan? Mengapa harus ada sebuah pembentang yang tak kami inginkan saat ini? Inginku,AKU dan KAMU bisa bersatu tanpa ada halangan apapun.Menjalin kisah kasih yang akan mencatat sebuah kisah yang baru.Menghasilkan sebuah cerita yang bisa membuat AKU dan KAMU tersenyum geli.Membawa kisah cintaku untuk menjadikan sebuah amal yang telah Tuhan amanahkan.
Tapi apa yang terjadi antara AKU dan KAMU saat ini? Nyatanya ada satu perbedaan yang menjadi penghalang sekaligus pembentang antara AKU dan KAMU.Tuhan memang satu adanya,tapi memang pada dasarnya kita yang tak sama.Mengapa Tuhan memberikan rasa ini jika kita tak dipersatukan? Ingin rasanya aku menjerit kesakitan.Bukan sakit dalam jasmani yang kurasakan.Melainkan sakit rohani,sakit batin yang menusuk relung hatiku yang sudah terlanjur menyayangimu.
Bisakah aku menyayangimu walaupun ada satu pembentang yang tak mungkin kita tembus? Atau,bisakah kita bersatu walaupun harus menyakiti pihak yang telah melarang AKU dan KAMU untuk menembus benteng itu? Sayangnya aku tak terlalu BODOH untuk melakukan hal busuk semacam itu.Lebih baik aku yang sakit ketimbang aku harus menyakiti orangtuaku sendiri. 
Aku hanya ingin,kisah kita ini hanya menjadi sebuah cerita yang mungkin hanya bisa kita kenang.Aku hanya ingin kisah kita ini tak ada yang merasakan lagi.Cukup AKU dan KAMU saja yang merasakan sakitnya cinta yang terhalang oleh sebuah perbedaan.Bagaikan cakrawala yang saat ini tak lagi terbentuk indah.Hatiku bagaikan kaca pecah yang mungkin lebih pantas dibuang ke tempat sampah.Sangat menyakitkan kisah yang menjadi perjalanan cintaku ini.
Haruskah aku terus menyayangimu walaupun perbedaan jelas terbentang diantara kita? Haruskah aku terus mencintaimu walaupun cinta kita tak dapat dipersatukan? Haruskah pula aku terus mengingatmu disaat pertentangan dari kedua belah pihak tersebut mulai mendesak AKU dan KAMU agar segera berpisah?
Aku bingung.Cara apa yang harus aku ambil untuk kedepannya? Tuhaaannn,jika dia memang bukan untukku hapuslah rasa ini dari hatiku.Berikanlah dia orang yang seiman dan lebih menyayanginya ketimbang aku Ya Tuhaann.Jangan kau berikan rasa cinta itu kepada orang yang bukan seiman lagi dengannya.Karena sebuah perbedaan,akan membuat sebuah goresan luka yang tak akan pernah bisa terobati oleh siapapun.Namun jika dia Kau ciptakan memang untukku,berikanlah kekuatan agar aku dapat mempertahankan hubungan ini kedepannya.
***
Aku berlari mendekati jendela Gereja itu.Aku mulai melihat ia sedang berdo’a pada Tuhan dengan khusyu’nya.Aku tak mengetahui pasti apa yang sedang ia adukan pada Tuhan.Aku berhenti tepat didepan pintu Gereja.Sambil membawa sebuah kotak berwarna ungu akupun mulai kelelahan berdiri dan pada akhirnya akupun menunggu Geo dengan duduk di tengah-tengah tangga Gereja.
“Eh kamu kok disini? Kenapa gak nunggu di danau ajah? Biasanya kan juga disana.” Tanya Geo sambil mengacak pelan rambutku.
“Lagi pengen ajah nunggu kamu disini.” Jawabku tersenyum.
“Oh iyah Ge,sekali-sekali aku pengen dong tahu do’amu.Kayaknya tiap aku nganter kamu ke Gereja do’amu khusyu’ banget deh.” Tanyaku penasaran.
“Kamu mau tahu ajah apa mau tahu banget nihh?” kata Geo yang mulai menggodaku.
“Iiihh Geo,seriusan..” Jawabku yang mulai memanyunkan bibirku.
“Yaudah,yaudah aku kasih tahu yah.Aku berdo’a sama Tuhan biar kita dikasih kekuatan buat ngejalanin hubungan ini.Aku gak mau hubungan kita kandas cuman gara-gara ego orangtua kita doang.Kita harus buktiin walaupun kita ini beda tapi kita saling melengkapi” Ucapnya dengan tersenyum lebar.
“Sekarang udah tahu kan apa yang aku aduin ke Tuhan selama ini.” Ucap Geo,dan seperti biasa dia selalu mengacak-acak pelan rambutku.
“Iyah,iyah.Yaudah ah,pulang yuk!” Ajakku kemudian.
***
“Kamu ngapain nganter-nganter anak saya lagi? Sudah beberapa kali saya ingatkan JANGAN PERNAH DEKATI ANAK SAYA LAGI!” bentak Ayah tiba-tiba.
“Tapi Om,sekarang sudah malam,mana mungkin saya membiarkan Nara pulang sendiri.” Kata Geo seakan meminta pengertian.
“Dia sudah besar,dia bisa jaga dirinya sendiri.Kamu gak usah lagi sok merhatiin dia.” Teriak Ayah lagi.
“Tapi Om,saya cinta sama Nara Om.Kenapa Om gak pernah bisa buat berusaha merestui hubungan saya dengan Nara.Apa Om gak mau lihat Nara bahagia sama orang yang dicintainya?”
“Gak usah sok ngajarin saya deh kamu! Saya orangtuanya Nara,dan saya yang tahu apa yang terbaik buat dia dan apa yang gak baik buat dia.Jelas-jelas kamu sama Nara itu beda iman.Saya gak mau anak saya punya tali cinta sama orang yang beda imannya.Sekarang saya minta KAMU PERGI SEKARANG JUGA DAN JANGAN PERNAH KAMU HUBUNGI ANAK SAYA LAGI!” Bentak Ayah untuk kesekian kalinya lalu Ayah mulai menutup kasar pintu ruang tamu.Aku menangis melihat semua kejadian itu.
“Kenapa kamu masih berhubungan sama anak itu? KENAPA NARA? Sudah beberapa kali Ayah bilang,sudahi hubungan kamu dengan dia! Percuma kamu nerusin hubungan ini,kamu gak akan pernah bisa jadi satu sama dia.” Nasihat Ayah yang mulai meredakan emosinya.
“Nara cinta Yah sama Geo.Nara pengen bisa seneng kayak orang-orang diluar sana.” Tangisku terisak.
“Mendingan sekarang kamu masuk ke kamar dan istirahat.Wajah kamu seperti kelelahan.” Kata Ayah yang mulai merasa iba denganku.Akupun mulai beranjak masuk ke dalam menuju kamarku.
***
Hari ini aku kembali menemani Geo ke Gereja.Melihat ia berdo’a dengan khusyu’,membuatku malu karena aku tak pernah ada usaha untuk mempertahankan hubungan ini.Dengan tak terasa air mataku mulai menetes.
“Ya Allah,mengapa Kau memberikan rasa ini kepadaku jika restu dari orangtua kami sulit untuk didapatkan?” Kataku yang mulai duduk tersungkur di tembok luar Gereja itu.Sepertinya aku mulai goyah untuk mempertahankan hubungan ini.Tiba-tiba seseorang menepuk pelan bahuku.
“Nara,kamu kenapa nangis?” tanya orang itu yang ternyata adalah Geo.Geopun akhirnya membantuku untuk segera berdiri kembali.
“Aku capek Geo tiap hari Ayah marah-marah terus sama aku.Mendesak supaya hubunganku dengan kamu disudahi saja.Aku mulai jenuh Geo dengan desakan-desakan itu.Benar-benar jenuuhh..” tangisku yang lalu mulai menggema.
“Nara,sekarang aku mau bilang sama kamu.Selama ini kamu kan yang bilang kalau sebuah perbedaan itu adalah sebuah kekuatan yang wajib kita lengkapi.Tapi sekarang gimana sama kita? Nyatanya kamu malah gampang banget goyah.Payah ah!” kata Geo yang berusaha membangkitkan kegoyahanku.
“Geoo,ini bukan waktunya bercanda tauukk!!” kataku merengek.
“Hahahaa,yaudah-yaudah sekarang kita lanjutin jalan ajah yuk!” Ajak Geo.
“Gak usah deh Ge,aku pengen pulang ajah.Aku udah capek banget.” Kataku dengan lesu.
“Aku anter yah.” Tawar Geo.
“Gak usah Ge,aku bisa pulang sendiri kok.”
“Kok tumben? Biasanya kamu yang minta aku anterin.”
“Aku butuh waktu sendiri dulu Ge.”
“Yaudah,kamu hati-hati yah pulangnya! Aku duluan.” Pamit Geo.
“Iyahh,udah sanah.Hati-hati yah sayang.”
***
Aku baru ingat kalau dulu Geo pernah memberikanku sebuah kotak berwarna ungu.Aku bahkan hampir lupa untuk membukanya.Sejak kotak itu ada ditanganku,aku belum sempat membukanya.Akupun berjalan menuju rak tempat dimana aku menyimpan kotak itu.Setelah ku temukan,segera saja aku buka kotak tersebut.Di dalamnya terdapat sebuah kotak merah berbentuk hati dan ada secarik kertas terselip di bawahnya.
“Teruntuk kekasih tercintaku: Nara Amanda
Jeleekkk,aku beliin ini nih buat kamu.Biar kamu bisa inget aku terus.Terlebih-lebih,biar kamu bisa tambah cantik dengan adanya ini.Aku mohon,jangan pernah lelah untuk selalu mencintaiku.Jangan pernah sekali saja kamu goyah dengan rasa cintamu itu karena desakan-desakan orangtua kita.Kita harus bisa membuktikan pada orangtua kita,bahwa perbedaan diantara kita adalah sebuah kekuatan yang tak akan pernah bisa dipisahkan oleh apapun kecuali maut.Aku ingin selamanya hidup denganmu,bersanding bagaikan Raja dan Ratu sehari.Memiliki buah hati yang lucu nan imut seperti kamu.Pokoknya pesen aku satu buat kamu,kita harus bisa buat perjuangin cinta kita! OKE!! CUMUNGUTT SAYANG!!
Dari kekasih tercintamu: Georgius Novaska Putra :-*”

Aku mulai membuka kotak berwarna merah yang berbentuk hati tersebut.Dan akupun mulai meneteskan air mata.Betapa terharunya aku ketika kulihat isinya adalah sebuah liontin berbentuk hati.Untuk saat ini,aku benar-benar mulai malu dengan banyaknya usaha Geo untuk mempertahankan hubungan kami.
***
Hari ini aku tak menemani Geo untuk beribadah seperti biasa di Gereja,karena aku sedang ada jadwal sekolah yang sangat padat.Ujian Nasional telah didepan mata,dan mau tak mau aku harus siap untuk menghadapi ujian tersebut.Aku hanya bisa menyusul Geo di Gereja untuk mengatakan hal yang sangat penting.Ketika Geo keluar dari Gereja,aku segera berlari untuk mendekatinya.
“Geoo..!!” teriakku.
“Eh Nara,katanya schedule padet.Gimana sih? Sok ngartis ah kamu.” Goda Geo.
“Maaf,aku baru bisa nyusul kamu sekarang.Aku mau ngomong penting sama kamu.” Kataku mulai serius.
“Ih mau ngomong apa coba? Serius banget sih? Mau ngelamar aku yah?” Goda Geo lagi.
“Geooo,please serius.Aku lagi gak pengen bercanda Ge!”
“Hahahaa..Oke,okee.Mau ngomong apa sih? Jadi penasaran aku.” Kata Geo mulai penasaran.
“Aku minta PUTUS!” kataku dengan mempertegas kata PUTUS.Aku mencoba untuk tidak menangis di hadapan Geo karena hal ini.Aku melihat wajah Geo yang seketika berubah.
“Nara,jangan main-main ah.Gak lucu tau.”
“Aku gak main-main Ge.Aku udah capek sama semua ini.Aku pengen hidup tenang tanpa bayang-bayang desakan orangtua.Lagi pula aku pengen fokus buat Ujian Nasional yang hampir di depan mata.Aku pengen tenang di sisa waktu yang seharusnya bisa aku pergunakan untuk belajar,bukan untuk memikirkan masalah ini.” Kataku berhenti berbicara sejenak,lalu aku mulai membuka tasku dan mengambil sebuah kotak berwarna ungu pemberian Geo kemarin.
“Dan ini,liontin pemberian kamu kemarin aku kembaliin.” Kataku sambil menyodorkan kotak berwarna ungu tersebut.
“Tapi Ra,kenapa kamu jadi plin-plan gini sih? Katamu dulu perbedaan diciptakan untuk saling melengkapi,bukan untuk dipisahkan.Dan katamu dulu perbedaan adalah sebuah kekuatan yang harus bisa kita pertahankan! Mana bukti dari kata-kata bijakmu itu? Kenapa kamu jadi kayak gini?” Kata Geo dengan suara parau.
“Tapi gak selamanya perbedaan diciptakan untuk saling melengkapi.Perbedaan kita ini udah akut Ge,gak bisa buat di ganggu gugat.Ini udah urusan sama Tuhan.Aku gak berani kalau udah ada sangkut pautnya sama Tuhan.Dan satu lagi Ge,gak selamanya perbedaan bakal jadi kekuatan yang harus bisa di pertahanin.Maaf Ge,maafin aku yang gak bisa buat mempertahankan hubungan kita.” Ucapku terakhir.
Akupun kemudian berlari.Beranjak pergi dari tempat yang seharusnya aku tak berada disini.Aku merasa lega,bahkan aku bisa untuk tidak menangis saat ini.Tapi entahlah nanti.Mungkin,ini memang jalan yang terbaik yang harus aku ambil.Aku tak sanggup bila hidup terus di bayang-bayangi dengan desakan-desakan yang membuatku benar-benar tertekan.Semoga Tuhan akan memberikan Geo seorang wanita yang lebih baik, lebih menyayangi dia di bandingkan aku dan tak kurang, seiman dengannya.
THE END

1 komentar:

  1. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.cc
    dewa-lotto.vip

    BalasHapus